temu ireng yg cukup usia, di parut, terus hasil parutan tersebut di oleskan pada kulit wajah, klo pertama emank panas bgd, n perih, tp jng takut tu berarti obatnya sedang bekerja.. lakukan terus-menerus setiap panasnya/ perihnya hilang oleskan lagi, begitu terus-menerus sampe sembuh, lakukan itu setiap da waktu luang ->selang sekitar 2 hari kulit akan seperti mengelupas, g usah takut tu tandanya sedang terjadi ganti kulit, cz temu ireng membantu mempercepat pergantian kulit.. aku rasa tu za yg q tau, untuk lebih jelasnya mari kita simak pengetahuan sang ahli.
Temuhitam /Ezhu / 莪术
Botani
Klasifikasi
Divisi
Sub divisi
Kelas
Bangsa
Suku
Marga
Jenjs
Nama umum/dagang
Nama daerah
Sumatera
Jawa
Ball
Sulawesi
Deskripsi
Habitus
Batang
Daun
Bunga
Akar
Khasiat
Spermatophyta
Angiosperrnae
Monocotyledonae
Zingiberales
Zingiberaceae
Curcuma
Curcuma aeruginosa Roxb.
Temu ireng
Temu itam (Melayu) Temu hitam (Minangkabau)
Koneng hideung (Sunda) Temu ireng (Jawa
Tengah) Temo ireng (Madura)
Temu ireng
Temu lotong (Bugis)
Semak, tinggi ± 1,5 m.
Batang semu, terdiri dari pelepah daun, tegak,
membentuk rimpang, hijau muda.
Tunggal, bulattelur, tepi rata, ujung runcing, pangkal
tumpul, panjang ± 40 cm, lebar + 20 cm, permukaan
licin, pertulangan menyirip, terdapal garis-garis
coklat membujur, hijau.
Majemuk, berambut, tangkai 20-35 cm, mahkota
panjang ± 2,5 cm, lebar 1,5 cm, kuning, keiopak
silindris, bercangap tiga, tipis, ungu, pangkal daun
pelindung putih, ujung daun pelindung ungu, ungu
kemerahan.
Serabut, coklat muda.
Rimpang Curcuma aeruginosa berkhasiat sebagai peluruh dahak, obat
cacing, dan penambah natsu makan.
Untuk peluruh dahak dipakai ± 25 gram rimpang segar Curcuma
aeruginosa, dicuci lalu dipotong kecil-kecil, direbus dengan 2 gelas air
selama 20 menit, didinginkan dan disaring. Hasil saringan diminum sehari
dua kali sama banyak pagi dan sore.
Kandungan kimia
Rimpang Curcuma aeruginosa mengandung saponrn, flavonoida dan
polifenol, di samping minyak atsiri.
Klasifikasi
Divisi
Sub divisi
Kelas
Bangsa
Suku
Marga
Jenjs
Nama umum/dagang
Nama daerah
Sumatera
Jawa
Ball
Sulawesi
Deskripsi
Habitus
Batang
Daun
Bunga
Akar
Khasiat
Spermatophyta
Angiosperrnae
Monocotyledonae
Zingiberales
Zingiberaceae
Curcuma
Curcuma aeruginosa Roxb.
Temu ireng
Temu itam (Melayu) Temu hitam (Minangkabau)
Koneng hideung (Sunda) Temu ireng (Jawa
Tengah) Temo ireng (Madura)
Temu ireng
Temu lotong (Bugis)
Semak, tinggi ± 1,5 m.
Batang semu, terdiri dari pelepah daun, tegak,
membentuk rimpang, hijau muda.
Tunggal, bulattelur, tepi rata, ujung runcing, pangkal
tumpul, panjang ± 40 cm, lebar + 20 cm, permukaan
licin, pertulangan menyirip, terdapal garis-garis
coklat membujur, hijau.
Majemuk, berambut, tangkai 20-35 cm, mahkota
panjang ± 2,5 cm, lebar 1,5 cm, kuning, keiopak
silindris, bercangap tiga, tipis, ungu, pangkal daun
pelindung putih, ujung daun pelindung ungu, ungu
kemerahan.
Serabut, coklat muda.
Rimpang Curcuma aeruginosa berkhasiat sebagai peluruh dahak, obat
cacing, dan penambah natsu makan.
Untuk peluruh dahak dipakai ± 25 gram rimpang segar Curcuma
aeruginosa, dicuci lalu dipotong kecil-kecil, direbus dengan 2 gelas air
selama 20 menit, didinginkan dan disaring. Hasil saringan diminum sehari
dua kali sama banyak pagi dan sore.
Kandungan kimia
Rimpang Curcuma aeruginosa mengandung saponrn, flavonoida dan
polifenol, di samping minyak atsiri.
Jalannya Penelitian
Ekstraksi Minyak Atsiri
Seberat 37,5 g rimpang segar temu hitam
di potong kecil dan diekstraksi dengan 100 ml
metanol pada temperatur 50 o
C selama satu jam (3
kali). Ekstrak metanol kemudian di partisi dengan
n-heksana sebanyak 3 kali dan dipekatkan dengan
rotary evaporator pada temperatur ruang dan
menghasilkan 0,29 g minyak atsiri. Proses
ekstraksi yang sama juga dilakukan terhadap 40,1 g
rimpang segar temu putih dan menghasilkan 0,37 g
minyak atsiri.
KESIMPULAN
Dari hasil penelitian ini jelaslah bahwa
komponen kimia minyak atsiri temu putih atau C.
zedoaria yang tumbuh di Indonesia (Jasinga,
Bogor) jauh berbeda dengan gajutsu yang juga
disebut sebagai C. zedoaria yang tumbuh di
Jepang. Sebaliknya minyak atsiri gajutsu
memperlihatkan komponen kimia yang identik
dengan temu hitam yang tumbuhan di Indonesia
(Jasinga, Bogor). Untuk itu, jika penggunaan
rimpang temu putih di Indonesia selama ini jika
didasarkan khasiat C. zedoaria yang dilaporkan
oleh peneliti Jepang, China dan Korea, maka hal
tersebut adalah keliru.
Ekstraksi Minyak Atsiri
Seberat 37,5 g rimpang segar temu hitam
di potong kecil dan diekstraksi dengan 100 ml
metanol pada temperatur 50 o
C selama satu jam (3
kali). Ekstrak metanol kemudian di partisi dengan
n-heksana sebanyak 3 kali dan dipekatkan dengan
rotary evaporator pada temperatur ruang dan
menghasilkan 0,29 g minyak atsiri. Proses
ekstraksi yang sama juga dilakukan terhadap 40,1 g
rimpang segar temu putih dan menghasilkan 0,37 g
minyak atsiri.
KESIMPULAN
Dari hasil penelitian ini jelaslah bahwa
komponen kimia minyak atsiri temu putih atau C.
zedoaria yang tumbuh di Indonesia (Jasinga,
Bogor) jauh berbeda dengan gajutsu yang juga
disebut sebagai C. zedoaria yang tumbuh di
Jepang. Sebaliknya minyak atsiri gajutsu
memperlihatkan komponen kimia yang identik
dengan temu hitam yang tumbuhan di Indonesia
(Jasinga, Bogor). Untuk itu, jika penggunaan
rimpang temu putih di Indonesia selama ini jika
didasarkan khasiat C. zedoaria yang dilaporkan
oleh peneliti Jepang, China dan Korea, maka hal
tersebut adalah keliru.
Meningkatkan nafsu makan:
- Ambil temu hitam (seukuran ibu jari tangan), cuci, lalu iris tipis-tipis. Rebus dengan dua gelas air sampai tersisa satu gelas. Untuk mengurangi rasa pahit, campur dengan gula jawa atau pemanis (sirup). Setelah dingin, saring, lalu bagi untuk dua kali minum, pagi dan sore hari, sebelum makan.
- Ambil temu hitam (seukuran ibu jari), cuci bersih, lalu parut. Gunakan air perasannya untuk diminumkan ke anak atau sebagai ”cekokan”. Campur dengan gula jawa atau pemanis lainnya, misalnya madu, agar rasanya tidak terlalu pahit. Lebih baik berikan untuk anak di atas usia setahun, saat kemampuan menelan dan mengunyah sudah baik.
Obat cacing:
- Siapkan 25 gram temu hitam, 15 gram bangle, 5 lembar daun sirih, 5 butir biji ketumbar, 4 gram biji pinang. Rebus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc. Saring, lalu minum.
- Cara lain, air perasan temu hitam seukuran ibu jari dicampur dengan madu dan sedikit air hangat.
Setelah melahirkan:
- Cuci bersih temu hitam (dua jari tangan), buang kulitnya. Tumbuk sampai halus, tambahkan setengah cangkir air panas, lalu aduk hingga merata. Setelah dingin, saring dengan kain dan minum sekaligus. Lakukan selama tiga hari setelah melahirkan.
- Ambil 25 gram temu hitam. Rebus dengan air 400 cc hingga tersisa 200 cc, lalu saring. Tambahkan madu jika perlu. Minum selagi hangat.
Batuk berdahak:
- Cuci rimpang segar temu hitam (25 g), lalu potong tipis-tipis. Rebus dengan dua gelas air sampai mendidih selama 20 menit. Setelah dingin, saring, lalu bagi dua sama banyak untuk diminum pada pagi dan sore hari. Bisa pula dengan menambahkan jahe.
Pereda nyeri haid:
- Ambil 25 gram temu hitam, 20 gram kencur, 20 gram kunyit, 2 ruas asam jawa. Rebus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu saring. Minum selagi hangat.
- Ambil temu hitam (seukuran ibu jari tangan), cuci, lalu iris tipis-tipis. Rebus dengan dua gelas air sampai tersisa satu gelas. Untuk mengurangi rasa pahit, campur dengan gula jawa atau pemanis (sirup). Setelah dingin, saring, lalu bagi untuk dua kali minum, pagi dan sore hari, sebelum makan.
- Ambil temu hitam (seukuran ibu jari), cuci bersih, lalu parut. Gunakan air perasannya untuk diminumkan ke anak atau sebagai ”cekokan”. Campur dengan gula jawa atau pemanis lainnya, misalnya madu, agar rasanya tidak terlalu pahit. Lebih baik berikan untuk anak di atas usia setahun, saat kemampuan menelan dan mengunyah sudah baik.
Obat cacing:
- Siapkan 25 gram temu hitam, 15 gram bangle, 5 lembar daun sirih, 5 butir biji ketumbar, 4 gram biji pinang. Rebus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc. Saring, lalu minum.
- Cara lain, air perasan temu hitam seukuran ibu jari dicampur dengan madu dan sedikit air hangat.
Setelah melahirkan:
- Cuci bersih temu hitam (dua jari tangan), buang kulitnya. Tumbuk sampai halus, tambahkan setengah cangkir air panas, lalu aduk hingga merata. Setelah dingin, saring dengan kain dan minum sekaligus. Lakukan selama tiga hari setelah melahirkan.
- Ambil 25 gram temu hitam. Rebus dengan air 400 cc hingga tersisa 200 cc, lalu saring. Tambahkan madu jika perlu. Minum selagi hangat.
Batuk berdahak:
- Cuci rimpang segar temu hitam (25 g), lalu potong tipis-tipis. Rebus dengan dua gelas air sampai mendidih selama 20 menit. Setelah dingin, saring, lalu bagi dua sama banyak untuk diminum pada pagi dan sore hari. Bisa pula dengan menambahkan jahe.
Pereda nyeri haid:
- Ambil 25 gram temu hitam, 20 gram kencur, 20 gram kunyit, 2 ruas asam jawa. Rebus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu saring. Minum selagi hangat.
Temuhitam mengobati kudis
Untuk pemakaian dalam, terutama dengan cara diminum, gunakan rimpang
sebanyak 1-2 jari tangan. Sebaliknya, untuk pemakaian luar, cukup
dengan mencuci rimpang segar secukupnya, kupas, dan giling sampai
halus. Tambahkan minyak kelapa, aduk merata. Gunakan untuk menutup
kudis, borok, dan ruam kulit.
Manfaat Temuhitam
Banyak masyarakat kita yang memanfaatkan temu hitam sebagai obat
tradisional, diantaranya sebagai obat kudis, ruam dan borok. Untuk jenis
penyakit ini, biasanya digunakan dalam bentuk tapal, caranya : rimpang
temu hitam ditumbuk dan dicampur minyak kelapa. Banyak dipraktekan juga,
jamu temu hitam digunakan sebagai zat penambah darah bagi ibu – ibu
yang baru melahirkan.
Resep herbal dengan temu hitam 3
Membersihkan darah setelah melahirkan:
25 Gram temu direbus dengan air secukupnya hingga tersisa 200 cc lalu disaring dan diminum selagi hangat. Batuk
25 Gram temu hitam, 5 gr jinten, 25 gram kencur, 5 gram pulosari, 5 gram adas, dan airnya diminum.
Menetralkan racun dalam tubuh:
25 Gram temu hitam, 30 gram takokak direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc lalu disaring dan diminum selagi hangat.
Cacingan:
25 Gram temu hitam, 15 gram bangle, 5 lembar daun sirih, 5 butir biji ketumbar, 4 gram biji pinang lalu direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan diminum.
Lakukanlah secara teratur sesuai anjuran 2 kali sehari. Sedang untuk penyakit yang berat disarankan tetap berkonsultasi ke dokter.
25 Gram temu direbus dengan air secukupnya hingga tersisa 200 cc lalu disaring dan diminum selagi hangat. Batuk
25 Gram temu hitam, 5 gr jinten, 25 gram kencur, 5 gram pulosari, 5 gram adas, dan airnya diminum.
Menetralkan racun dalam tubuh:
25 Gram temu hitam, 30 gram takokak direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc lalu disaring dan diminum selagi hangat.
Cacingan:
25 Gram temu hitam, 15 gram bangle, 5 lembar daun sirih, 5 butir biji ketumbar, 4 gram biji pinang lalu direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan diminum.
Lakukanlah secara teratur sesuai anjuran 2 kali sehari. Sedang untuk penyakit yang berat disarankan tetap berkonsultasi ke dokter.
Langganan:
Postingan (Atom)