Tampilkan postingan dengan label Penelitian temuhitam dari Andria Agusta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penelitian temuhitam dari Andria Agusta. Tampilkan semua postingan
Jalannya Penelitian
Ekstraksi Minyak Atsiri
  Seberat 37,5 g rimpang segar temu hitam
di potong kecil dan diekstraksi dengan 100 ml
metanol pada temperatur 50 o
C selama satu jam (3
kali). Ekstrak metanol kemudian di partisi dengan
n-heksana sebanyak 3 kali dan dipekatkan dengan
rotary evaporator pada temperatur ruang dan
menghasilkan 0,29 g minyak atsiri. Proses
ekstraksi yang sama juga dilakukan terhadap 40,1 g
rimpang segar temu putih dan menghasilkan 0,37 g
minyak atsiri.

KESIMPULAN
  Dari hasil penelitian ini jelaslah bahwa
komponen kimia minyak atsiri temu putih atau  C.
zedoaria yang tumbuh di Indonesia (Jasinga,
Bogor) jauh berbeda dengan gajutsu yang juga
disebut sebagai  C. zedoaria yang tumbuh di
Jepang. Sebaliknya minyak atsiri gajutsu
memperlihatkan komponen kimia yang identik
dengan temu hitam yang tumbuhan di Indonesia
(Jasinga, Bogor). Untuk itu, jika penggunaan
rimpang temu putih di Indonesia selama ini jika
didasarkan khasiat  C. zedoaria yang dilaporkan
oleh peneliti Jepang, China dan Korea, maka hal
tersebut adalah keliru.